Jumat, 14 September 2018

APA ITU SLB




Mungkin, Anda akan serta merta menjawabnya dengan jawaban “Sekolah Luar Biasa (SLB)”, bukan?. Pada banyak paradigma berpikir masyarakat saat ini, Sekolah Luar Biasa (SLB) dianggap merupakan pilihan satu-satunya untuk menyekolahkan anak dengan kebutuhan khusus. Hal ini disebabkan oleh pandangan bahwa, pendidikan khusus atau Pendidikan Luar Biasa (PLB) hanya bisa dilakukan di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Sebelum membahas mengenai pendidikan anak berkebutuhan khusus, yang pertama kali harusnya kita kaji kembali adalah, siapakah mereka?

Istilah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), merupakan satu kalimat yang mengalami pergeseran makna yang positif, yang ditujukan bagi mereka yang memiliki kekuranan fisik dan mental. Jika biasanya kondisi ini disebut dengan istilah cacat, maka penyandangnya disebut dengan anak berkebutuhan khusus. Label ABK bertujuan agar, anak-anak dengan kekurangan fisik dan mental tetap memiliki kepercayaan diri, merasa memiliki nilai, memiliki semangat untuk maju dan tidak dilihat sebelah mata oleh masyarakat.

Seorang anak dengan kebutuhan khusus, tidak pernah memilih di keluarga mana mereka akan hadir. Mereka bisa menjadi bagian dari keluarga yang sangat kaya, keluarga menengah ataupun keluarga yang tidak kaya. Mereka juga tidak akan menseleksi, apakah keluarga mereka berasal dari keluarga yang sangat religious atau bukan. Tidak juga mereka memiliki terlahir dari keluarga yang berpendidikan, atau tidak. Mereka terlahir di keluarga mana, lebih tepatnya karena Tuhan yang menentukan keluarga mana yang lebih mampu untuk melakukan yang terbaik untuk mereka.

Banyak pemikiran negatif di luar sana, menyebutkan bahwa, ketika seorang anak dengan kebutuhan khusus terlahir dalam sebuah keluarga, kemungkinan pasangan ayah ibunya tengah mengalami konflik ketika mengandung bayi tersebut. Padahal, kehadiran anak, seperti apapun kondisinya merupakan anugerah Tuhan. Karena Tuhan tidak mungkin menitipak seseorang anak, tanpa maksud tertentu. Karenanya, setiap anak dengan kebutuhan khusus, memiliki hak untuk mendapatakan tumbuh kembang yang baik, baik di tengah keluarga, masyarakat dan negara mereka. Apakah Sekolah Luar Biasa Adalah Tempat Satu-Satunya?

Stigma tentang anak berkebutuhan khusus, akhirnya membuat pola pikir baru pada masyarakat. Mereka menyempitkan pandangan mereka, dengan menyebutkan bahwa, anak-anak dengan kebutuhan khusus, akan berkumpul pada satu sekolah, yang disebut sebagai sekolah luar biasa. Alasannya sederhana, karena di sana ada guru-guru yang memang sudah terdidik dan terlatih untuk memberikan pendidikan kepada mereka dengan cara yang khusus, sesuai kondisi mereka.

Namun, sejatinya, tidak ada alasan bagi sebuah sekolah umum, untuk menolak kehadiran seorang anak dengan kebutuhan khusus. Dalam sebuah laman situs organisasi guru Pendidikan Luar Biasa, disebutkan bahwa, sekolah umum pun bisa menyediakan guru pembimbing khusus, yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk hal tersebut.

Sekolah umum dapat merancang pendidikan luar biasa, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak. Apakah nantinya sekolah umum akan memasukan anak-anak dengan kebutuhan khusus pada program dan layanan tertentu, tentu sebelumnya sekolah sudah menyesuaikan dengan kondisi mereka di saat itu.

Namun, memasukan seorang anak berkebutuhan khusus pada Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tentunya telah memiliki layanan Pendidikan Luar Biasa (PLB), selayaknya bukan untuk membuat mereka tampak kekurangannya. Hanya saja, diharapkan ketika mereka berada di sana, mereka bisa mendapatkan penanganan yang lebih optimal, perhatian dari guru yang lebih fokus, dan prestasi yang lebih baik.

Menempatkan mereka di Sekolah Luar Biasa, bukanlah keharusan. Hal ini lebih kepada pilihan yang lebih bijaksana, untuk membuat anak-anak lebih berkembang dengan mudah. Dan, karena memberikan bekal pendidikan yang sesuai adalah hak asasi anak-anak, tentunya hal ini juga harus diiringi dengan kehendak anak itu sendiri.

Sekali lagi, Sekolah Luar Biasa bukanlah habitat anak-anak dengan kebutuhan khusus. Sekolah Luar Biasa adalah penyelenggara pendidikan dengan kurikulum pendidikan luar biasa, yang pada dasarnya juga bisa diterapkan di sekolah umum. Pendidikan luar biasa itu sendiri merupakan bentuk pendidikan yang tidak lagi terpisah dan terkotak-kotak, tetapi lebih terpadu. Jika saat ini pendidikan di Indonesia masih terkotak-kotak, maka diharapkan ke depannya pendidikan akan lebih mengakomodir semua kebutuhan.


Yang dibutuhkan oleh seorang anak berkebutuhan khusus setiap kali mereka mengenyam pendidikan adalah, pembelajaran adaptatif. Ketika mereka bisa menyerap pelajaran ini, dimana pun mereka bersekolah, meraka akan jadi seseorang juga nantinya.

PERKEMAHAN SLB NEGERI ENDE DI EKOAE

Menumbuhkan Keberanian

Manfaat utama berkemah adalah menumbuhkan keberanian pada diri anak. Terutama Keberanian untuk sementara waktu berjauhan dengan orang tuanya sehingga mental anak menjadi kuat dan tidak mudah cengeng. Berkemah juga melatih keberanian anak untuk menjadi seorang pemimpin regu atau setidaknya berani untuk dipimpin secara baik.

Melatih Kemandirian dan Disiplin

Saat kegiatan berkemah berlangsung, para anak dengan sendirinya terlatih untuk mandiri. Sebisa mungkin ia belajar menjaga barang-barang yang ia bawa, mengemas barang-barangnya kembali setelah digunakan, dan melakukan kegiatan untuk kebutuhan dirinya secara mandiri tanpa bergantung orang tuanya. Kegiatan berkemah juga mengedepankan kedisiplinan seperti tidur, bangun tidur, makan, mandi, dan menyelesaikan tugas yang diberikan pemimpin regu tepat pada waktunya.


Melatih Anak agar bisa Beradaptasi pada Lingkungan Baru

Anak yang dibiasakan ikut serta kegiatan berkemah biasanya lebih supel/ mudah beradaptasi dengan lingkungan dan teman-temannya. Kegiatan berkemah akan mengajarkan anak mengenali lingkungan baru di sekitarnya dan mengenal teman-teman barunya yang mungkin berasal dari sekolah-sekolah lain yang ikut serta dalam kegiatan yang sama. Lokasi perkemahan yang diadakan di alam terbuka sangat baik untuk merangsang kecerdasan natural pada anak.



Mengajarkan Anak Menghadapi Tantangan dan Menyelesaikan Masalah

Kegiatan berkemah bukan hanya sekedar bermalam di dalam kemah saja. Kegiatan ini telah memiliki ragam program yang memang dipersiapkan untuk membuat anak-anak senang dan cerdas. Para instruktur biasanya telah menyiapkan beberapa simulasi yang dikemas dalam bentuk permainan beregu. Dari simulasi-simulasi itu para anak akan diminta menyelasaikan tahap demi tahap tantangan secara baik. Yang berhasil melewati tantangan akan dipilih sebagai pemenang. Simulasi-simulasi itu akan membuat anak tertantang memikirkan bagaimana menemukan jalan keluar menyeleaikan tahapan demi tahapan permasalahan dengan baik agar menjadi seorang pemenang.

Menumbuhkan Semangat Gotong Royong dan Musyawarah

Dalam kegiatan berkemah, segala sesuatu untuk kepentingan umum dilakukan secara bersama-sama. Contohnya mendirikan kemah, mengumpulkan kayu bakar untuk perapian, dan patroli bergilir di saat malam hari. Saat terjadi suatu masalah, maka semua peserta akan bermusyawarah untuk mencari cara yang tepat memecahkan masalah. Semua dilakukan dengan semangat gotong royong dan musyawarah demi kepentingan seluruh peserta kegiatan berkemah.

Melatih Mengendalikan Emosi dan Ego yang Berlebihan

Menjadi peserta kegiatan berkemah sangat tidak diperbolehkan melakukan hal-hal hanya berdasarkan ego sendiri. Dalam kegiatan berkemah, setiap anak dilatih untuk mengendalikan emosi dan ego yang dimilikinya. Emosi dan ego disini bisa berupa perasaan takut yang berlebihan, perasaan rindu orang tua berlebihan, perasaan ingin menguasai sesuatu secara berlebihan hingga perasaan kepemimpinan yang terlalu berlebihan. Semua hal harus dilakukan anak berdasar kewajaran dan kesabaran.

Itulah beberapa manfaat berkemah untuk Anak yang kami sajikan. Semoga bermanfaat untuk para orang tua di rumah.

Rabu, 04 Mei 2016

SLB Info Gaji dan Tunjangan Guru 2016

Hmmmm.... kalian para guru slb pantas bergembira atau bersuka ria nih... Soalnya tahun 2016 nanti rencananya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini akan menaikkan Gaji dan Tunjangan kalian. Uluh... makin gede dong kantong para guru slb nih... Tapi kita juga patut sedih kok kenapa yah... yang dipikirkan hanya gurunya saja, tenaga kependidikannya koq nggak dipikirkan semacam tenaga TU ataupun Pelaksananya, karena mereka juga berjasa untuk kalian para guru dan para anak didik.. (he.. soalnya saya tata usaha he.., jadi ingin ikut ditambah gajinya.. ha ngarepp).  Ha... ya udah yang penting Gaji dan Tunjangan kalian berkah dan manfaat, tanpa menghilangkan dan mengesampingkan kewajiban kalian kepada anak didik...

Di kutip dari Infosaya.net bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia akan meningkatkan gaji dan tunjangan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menjadi Rp.4 juta mulai tahun depan alias tahun 2016.

Mendikbud Anies Baswedan, mengatakan jumlah gaji dan tunjangan sebesar Rp. 4 juta tersebut diperkirakan akan lebih karena belum termasuk insentif dan tunjangan kesejahteraan lainnya. Walahhhhh.....ngacay nih. Dia menjelaskan, peningkatan kesejahteraan guru SLB ini digelontorkan karena untuk menjadi guru jenis ini memerlukan keahlian khusus dan kesabaran khusus.

Dalam peresmian SLB Pangeran Cakra Buana dan SLB Taruna Mandiri di Kuningan, Jawa Barat, kemarin, Mendikbud yang asli orang kuningan ini tidak menjelaskan secara rinci berapa anggaran serta insentif seperti apa yang akan diberikan kepada guru SLB. Namun dirinya memastikan, semua guru SLB akan dinaikkan gaji dan tunjangannya pada 2016 nanti. Walahhh... beneran gak nih.... ngacay lagi ahh

Sebagai contoh Provinsi Jawa Barat yang memberikan tunjangan Rp. 2,3 juta sampai Rp. 4 juta bagi guru SLB. Provinsi lain pun harus mengikutinya,  Indonesia masih kekurangan guru SLB. Saat ini jumlahnya masih 1:4 padahal jumlah idealnya 1:2 atau 1:3. Tuh kan, pak menteri tolong dong angkatin yang honorer, honorer... tapi jangan gurunya melulu... TU na juga usahain dong dan pikirkan kesejahteraannya he..

Mengenai Bantuan Operasional Sekolah (BOS),  Anies menegaskan bahwa para siswa luar biasa akan menerima bantuan lebih dibandingkan dengan siswa normal. Selain itu anggaran BOS SLB mengalami kenaikan untuk jumlah penerimanya. Tidak hanya jumlah uang, namun penerimanya juga mengalami kenaikan.

Dirjen Pendidikan SLB (PSLB), Eko Jatmiko pendidikan SLB memang menjadi urutan kedua dalam prioritas program 2015 Kemendikbud. Ini berlandaskan Pasal 5 Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003 dan Pasal 48-53 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002.

Tuh kan.. makanya sok guru guru SLB tingkatkan kinerja nya, tingkatkan keahliannya... Pak menteri aja udah mikirin gaji, insentif dan tunjangan untuk kalian... udah semestinya anda juga memberikan yang terbaik bagi putra-putri anak didik kalian.. halah.. ngiri uy...

Selamat... mari kita berdo’a aja... semoga info ini benar dan berharap gaji dan tunjangan untuk tahun 2016 nanti bakal lebih besar, barokah dan bermanfaat... Sekali ini hanya info dan berharap info ini benar... wakwawww.